Gelorakan Semangat Meraikan Ramadhan

29 Aug
Kutiplah pelajaran dari kuda yang berlari kencang. Lihatlah semangat dan ketaatannya kepada tuannya

Kutiplah pelajaran dari kuda yang berlari kencang. Lihatlah semangat dan ketaatannya kepada tuannya

Allah swt berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah-Ku.” Adz Dzariat:56. Ya, inilah tujuan diciptakan setiap manusia. Yaitu, melaksanakan tugas ibadah hanya pada Allah swt. saja. Menyembah Tuhan, Pencipta langit tujuh tanpa atap.   

               Pencipta manusia dengan struktur unik. Pembuat alam raya untuk manusia. Manusia dijadikan saling membantu, memimpin, memerintah dan melayani sepanjang masa. Semua itu, adalah dalam rangka mewujudkan tujuan besar ini. Karena itu, ibadah kepada Allah swt. Memerlukan semangat yang menggelora, dan kesungguhan yang hebat sesuai dengan tujuan besar ini.

 Semangat Menggelora…. Kenapa?

Kenapa diperlukan semangat yang menggelora untuk beribadah kepada Allah swt.?

1. Pertama, karena beribadah dengan menjalankan kewajiban-kewajiban syari’ah adalah amanah besar, yang justeru langit, bumi dan gunung enggan menerima amanah besar ini.

“Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Al Ahzab: 72.

Semangat menggelora boleh jadi mampu menundukkan tinggi dan luasnya langit. Mengalahkan tegarnya gunung. Mengalahkan hamparan bumi.

 2. Kedua, karena ibadah lebih luas dari sekedar rukun Islam dan sebagian syi’ar Islam yang biasa. Oleh karena itu, mustahil bagi Allah swt. hanya menciptkan makhluk dan mengutus kepada mereka para Rasul. Allah swt. membinasakan suatu kaum dan mengangkat nasib sebagian yang lain. Allah swt. menciptkan surga dan neraka sebagai balasan. Panji-panji dikibarkan untuk mewujudkan peribadatan.

Seluruh makhluk ditundukkan untuk manusia. Itu semua dalam rangka meletakkan rekaat shalat dan shaum Ramadhan saja. Tidak, makna ibadah lebih luas dan lebih menyeluruh dari itu semua. Ibadah itu, sebagaimana yang dikenalkan syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah rahimahullah:

Setiap istilah yang menyeluruh, terkait setiap yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik bentuk ucapan, perbuatan, yang nyata atau yang tersembunyi.”

Karena itu, setiap usaha mendamaikan antara dua orang adalah ibadah. Membiayai anak yatim atau mengelus kepala mereka adalah sama-sama ibadah. Memberi nasihat adalah ibadah. Membuang sampah pada tempatnya atau menyingkirkan duri dari jalan adalah ibadah. Tidak menyakiti haiwan adalah ibadah. Mendidik anak sesuai dengan syari’ah Allah adalah ibadah. Suatu yang boleh akan menjadi bernilai ibadah dengan niat yang benar dan baik. Maka mahasiswa yang study dengan sungguh-sungguh untuk khidmat umat muslim adalah ibadah. Profesional atau pekerja yang sungguh-sungguh mencari rezeki halal adalah ibadah. Bekerja untuk memenuhi keperluan keluarga, berderma untuk diri dan orang lain adalah ibadah.

Jika makna dan kandungan ibadah begitu luas, maka sudah tentu melaksanakan ibadah itu memerlukan semangat menggelora, sebanding dengan luasnya makna dan kandungan ibadah itu sendiri.

 3. Ketiga, banyaknya rintangan, halangan dan kesibukan. Baik dari internal maupun dari eksternal manusia. Kerana itu, jiwa yang cenderung bermalasan dan berehat-rehat tidak mungkin mampu melaksanakan kewajiban ibadah yang sangat luas ini. Apa lagi, ada syaitan yang sentiasa menyelewengkan manusia dari jalur ibadah. Ada juga lingkungan yang mempengaruhinya, himpitan ekonomi dan masalah sosial. Begitu juga dengan godaan-godaan dan rayuan-rayuan yang melenakan.

Dari itu, tidak mungkin tidak, harus ada semangat yang menggelora dan kesungguhan yang kuat.

 Apa Itu Semangat Menggelora?

Semangat menggelora tidak hanya diertikan menyuburkan potensi untuk bekerja atau beribadah. Ini salah satu ruang lingkup semangat menggelora. Ada bentuk lain, di antaranya:

1. Pertama, berusaha melaksanakan amal shaleh dan konsisten melaksanakannya, meskipun hanya sedikit. Rasulullah saw. bersabda,

“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang berkesinambungan meskipun sedikit.” Hadis disahihkan Al Albani.

Kesinambungan dalam beramal meskipun sedikit menunjukkan adanya semangat menggelora bagi pelakunya. Karena tabiat jiwa bosan dengan aktiviti rutin dan lebih cenderung memilih perubahan. Karena itu, Rasulullah saw. bersabda kepada Abdullah bin Amr ra. “Wahai Abdullah, kamu jangan seperti fulan. Ia melaksanakan qiyamullail, kemudian meninggalkannya.” Muttafaqun ‘alaih. Seakan-akan Rasulullah saw. mencela orang yang meninggalkan amal setelah sebelumnya sudah terbiasa melaksanakannya.

 

2. Kedua, itqanul ibadah. Ibadah dengan maksimal. Tentu ini memerlukan semangat menggelora. Contohnya, ada orang yang solat satu rakaat dengan baca sepertiga juz. Namun susah untuk mentadabburi makna yang dibacanya, padahal jika ia mampu memahami kandungan ayat yang dibacanya, ia mampu lebih lama lagi membaca ayat dalam solat tanpa rasa letih.

Begitu juga shaum, banyak orang yang bisa menaham makan, minum, dan hubungan biologi, namun sangat sulit mengendalikan lisannya dari ghibah, menaham pandangannya dari melihat yang haram. Dari dua contoh ini, menunjukkan bahwa pelaku ibadah belum mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna.

Ketiga, menjaga ibadah pada saat-saat malas atau futur. Dalam kondisi seperti ini memerlukan semangat menggelora. Karena futur adalah sifat manusiawi dan tabiat wajar. Rasulullah saw. bersabda,

 “Setiap amal ada jeleknya. Dan setiap kejelekan amal adalah futur.” Disahihkan Al Albani.

Pada saat futur sangat memerlukan kesungguhan dan semangat kembali.

Keempat, melaksanakan ibadah dengan memperhatikan kewajiban-kewajiban yang lain. Ini tentu memerlukan kesungguhan dan semangat menggelora. Bahwa hak-hak dan kewajiban-kewajiban sangatlah banyak. Apalagi ia seorang pekerja, pelajar dan pengusaha…, maka: adakalanya ia kurang dalam hak suatu ibadah, karena ingin mengejar hak ibadah yang lain.. Atau ia memiliki semangat yang mampu menggabungkan antara dua hal ini. Lebih lagi, jika ia mengetahui bagaimana caranya mensikapi suatu ibadah; sehingga bisa bernilai mubah, ibadah dan berpahala.

7 Semangat Ramdhan

1. Meninggalkan dosa dan maksiat

2. Berkawan dengan orang yang mempunyai semangat tinggi dan kesungguhan

3. Yakin dengan kemampuan diri sendiri

4. Menulis target yang ingin dicapai di bulan Ramadhan

Mengurangkan makan, shopping dan tidur kerana kepenatan

Allahua’lam.

One Response to “Gelorakan Semangat Meraikan Ramadhan”

  1. matapena August 21, 2009 at 12:06 am #

    baroakallohufik…semangat ramadhan yang tak boleh lekang..tuk mendulang segudang pahala dan ampunan..

Ingin berkongsi? Luahkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: