Duduklah sebentar hai saudaraku

4 Feb

holding.jpg

Saudaraku, pandanglah ke belakang…
Telah berlalu begitu banyak noktah  noda yang menodai kehidupan kita selama ini? Sebuah perjalanan panjang yang kita tempuh pasti meninggalkan debu dan kotoran pada diri kita. Hari demi hari berlalu usia diisi dengan kelalaian, nista dan kemaksiatan. Meskipun kadarnya berbeza-beza. Kehidupan ini memaksa kita saling memerlukan kerana diri dilingkari kelemahan. Kita sering memerlukan orang yang mampu menyubur keberanian dan mengusir ketakutan akibat hebatnya tribulasi perjalanan. Kita saling memerlukan orang yang bisa meluruskan kesalahan, lalu saling memberi rambu-rambu perjalanan. Kita semua sangat memerlukan kehadiran pendamping yang shalih, teman yang saling membantu bak dua telapak tangan yang saling membersihkan, satu sama lain. Bayangkanlah, Saudaraku, Bahwa kita masing-masing adalah salah satu dari dua telapak tangan itu….

Jika dalam perjalanan duniawi, Rasulullah memerintahkan kita untuk memiliki teman, jelas perjalanan ukhrawi lebih perlu lagi. Kita lebih memerlukan teman dalam menuju redha Allah agar sentiasa berupaya melakukan amal shalih. Orang yang menyendiri dalam melakukan amal-amal ini, akan ditemani syaitan.Perhatikanlah sabda Rasulullah saw, “Satu orang pengendara adalah syaitan, dua orang pengendara adalah dua syaitan, dan tiga orang pengendara baru disebut pengendara yang banyak.” (HR. Malik, Abu Daud dan Turmudzi) Maksud kalimat ‘pengendara yang banyak’ adalah karena jumlah yang banyak semakin meminimkan penguasaan syaitan atas mereka. Dalam hadits lain disebutkan, “Barangsiapa di antara kalian yang ingin menikmati taman surga hendaklah ia berjama’ah. Karena syaitan itu bersama orang yang sendiri, dan ia akan menjauh dari dua orang.” (HR. Ahmad Turmudzi dan Hakim)

Saudaraku, kerana itu carilah sahabat yang soleh, teman yang akrab dengan Rabbnya dan hamba Allah yang sentiasa taat. Tanpa sahabt yang soleh, kita amat mudah untuk jatuh tersungkur dan melupakan peringatan-peringatan Allah. Andai tiada sahaabt yang soleh, maka carilah pula suasana yang soleh. Suasana yang soleh akan merangsang tumbuhnya iman mekarnya bunga-bunga taqwa. Jika tiada juga, maka carilah ruang masa kita yang boleh diisi dengan ketaatan. Kita mengawal bacaan kita, hiburan, pergaulan dan pemikiran kita agar tidak lari dari tuntutan Islam.

Manusia yang hidup dengan iman adalah manusia yang memiliki segala-galanya….

Ingin berkongsi? Luahkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: