Si pendosa,
Kami lah itu,
Cuba merenung keadaan diri,
Betapa banyak dosa tercalit,
Malam bertaubat siang bermaksiat,
Mungkin kami lupa,
Ada yang mencatat setiap amalan,
Mungkin kami lupa,
Walau dipadam dan disembunyikan dari pandangan manusia,
Allah dan malaikatNya atid dan raqid tetap melihat.
Si pendosa,
Kami lah itu,
Kami tahu pembalasan itu pasti,
Kami tahu Dia menghitung segala amal,
Tetapi kenapa kami tetap berbuat maksiat?
Ingatlah, dosa yang seronok itu,
Keseronokannya hanya sebentar,
Sedangkan dosanya berpanjangan.
Allahu Rabbi,
Lindungilah kami daripada bermaksiat kepadamu,
Selamatkanlah kami daripada fitnah dunia,
Kami memohon perlindungan,
Dari kejahatan anggota badan kami sendiri.
Ameen!
Menarik sebelum ini :
- Terus berlari
- Cerpen : CHESS
- Daie yang melupakan dirinya sendiri
- Klik untuk senarai penuh
- Puisi Si Pendosa
- Apa ertinya saya seorang bakal guru?
- Majlis Graduasi yang sebenar
- Cerpen : Tahun baru buat Sumayyah
- Alangkah lucunya
- Musim sejuk – Selain snow, apa yang kita dapat?

Salam Ziarah